ekonomi

mega fafa Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak

字号+ 作者:密不通风网 来源:politik 2026-04-02 22:46:56 我要评论(0)

Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan mega fafa

Nanti setelah sebulan,mega fafa kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.

Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.

“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.

Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.

“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.

Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM

Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS

Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

1.本站遵循行业规范,任何转载的稿件都会明确标注作者和来源;2.本站的原创文章,请转载时务必注明文章作者和来源,不尊重原创的行为我们将追究责任;3.作者投稿可能会经我们编辑修改或补充。

相关文章
  • Persijap vs Persis berakhir imbang tanpa gol

    Persijap vs Persis berakhir imbang tanpa gol

    2026-04-02 22:38

  • PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang

    PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang

    2026-04-02 20:41

  • Persebaya tampil tanpa beban hadapi juara bertahan Persib

    Persebaya tampil tanpa beban hadapi juara bertahan Persib

    2026-04-02 20:37

  • Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2

    Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2

    2026-04-02 20:03

网友点评